Postingan

Membentuk Bantul Sebagai Local Brand

Pada kesempatan yang lalu yaitu pada hari Rabu, 13 Mei 2020, saya mendapat kesempatan untuk mendengarkan salah satu orang kreatif yang tinggal di Bantul yaitu Yogie (@yogie_bartholomaeus) ngobrol-ngobrol bersama Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Rama Kertamukti (@kawanrama) di Live Instagram. Obrolan yang dibahas   sangat menarik yaitu membahas tentang bagaimana cara membentuk cultural brand dalam suatu daerah khususnya Bantul dengan tujuan untuk memperkenalkan Bantul masyarakat sekitar Bantul, bahkan sampai ke kancah global. Pada pembicaraan mereka, mereka membahas obrolan ini dari kacamata seorang kreatif designer. Berawal dari mengapa di Provinsi Yogyakarta hanya Malioboro yang dikenal orang-orang luar sebagai icon pariwisata. Padahal daerah lain juga mempunyai keunggulan yang bisa diangkat menjadi sebuah potensi yang menjajnjikan. Kesannya seperti Bantul lebih pinggiran dari pada daerah lain. Dari latar belakang tersebut maka perlunya sebuah branding. Mengutip perk...

Nulis Matek, Gak Nulis Matek : Belajar Nulis Bareng Endik Koeswoyo

Endik Koeswoyo merupakan seorang seniman yang mempunyai banyak bakat dalam bidang kepenulisan. Endik sering disebut sebagai penulis cerita untuk FTV, selain itu juga beliau menulis buku novel, bahkan beliau juga sebagai script writer di berbagi judul film. Anda tahu film Love For Sale? Nah, film tersebut diadaptasi dari buku yang berjudul Love For Sale yang ditulis oleh Endik Koeswoyo. Tentu sudah tidak diragukan lagi skill beliau dalam tulis menulis. Puluhan judul FTV dan Novel lahir dari karya tangan Endik Koeswoyo. Pada kesempatan beberapa waktu yang lalu, yaitu pada hari Kamis 7 Mei 2020, suami dari Dita Faisal ini membagikan beberapa pengalamannya selama menjadi penulis di live  Instagram bersama Pak Rama selaku Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Tentu kesempatan ini tidak akan saya lewatkan, karena saya dapat mengambil ilmu dari beliau secara langsung dan pastinya gratis. Seperti yang dikatakan di awal tulisan ini, Endik Koeswoyo   merupakan penulis s...

Perbedaan Pemahaman Makna Antara Pembuat dan Penerima Iklan

Gambar
Dalam resepsi audiens, terdapat model encoding-decoding dalam memahami suatu makna melalui penafsiran. Encoding sendiri adalah pembentukan struktur pesan yang dibuat oleh pembuat pesan, sedangkan decoding adalah proses penyusunan pesan kembali yang telah diterima oleh penerima pesan dari pembuat pesan. Namun sering kali muncul masalah karena pesan yang disampaikan oleh pembuat ditafsirkan berbeda kepada penerima iklan. Ini terjadi karena pembuat atau penerima memilki struktur makna masing-masing   yang biasanya dipengaruhi kultur yang berbeda dari setiap orang. Sehingga penting untuk melakukan riset terlebih dahulu. Dalam beriklan, hal demikian juga sering terjadi. Dalam penerapannya, makna yang ingin disampaikan pembuat iklan diterima berbeda oleh audiens. Perbedaan ini bias menimbulkan permasalahan seperti produk tersebut dicap jelek atau menciptakan keambiguan yang membuat audiens bingung. Saya akan memberikan beberapa contoh iklan agar bisa memahami lebih dalam. ...

Consumer Journey

Gambar
Consumer Journey Target Audience Andhini Styaningrum, seorang perempuan berumur 14 tahun. Saat ini sekolah di SMP N 2 Wonosari kelas 2. Tinggal di Asrama Polres Gunungkidul, Baleharjo, Wonosari Gunungkidul,D.I.Yoyakarta. Korea Addict, sering bermain HP, suka ngdance korea dan nonton anime. Tapi di SMP selalu mendapat ranking atas alias pintar. Consumer Journey Waktu Aktivitas Point of Contact Media 07.00-07.30 Bangun tidur, buka HP (cek WA, Instagram). Bantal, guling, sprei, HP Whatsapp, Instagram 07.30-08.15 Ambil handuk di kamar, menuju kamar mandi, mandi, ganti baju. Handuk, baju, sabun, sikat gigi, pasta gigi, gayung Stiker 08.15-09.00 Ke dapur ambil sarapan, makan  sambil nonton TV. Piring, sendok, garpu, gelas, remot tv, TV Televisi, jam dinding, kalender 09.00-11.00 Mengerjakan tugas, dengerin musik di youtube, browsing. Buku, pena, HP, meja belajar ...

Analisist Post Instagram : Mengapa Foto Instagram Kita Mirip dengan Orang Lain?

Gambar
Instagram, siapa yang tidak tau dengan Instagram? Tentu saja di tengah perkembangan informasi dan teknologi yang begitu cepat, pasti hampir semua orang tau apa itu Instagram. Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial. Bagi saya sendiri Instagram merupakan aplikasi yang tidak pernah saya tinggalkan, hampir setiap saat pasti saya buka, entah itu untuk mencari informasi, membagikan momen kegiatan, mempertontonkan karya, mengisi waktu luang, dan masih banyak lainnya.  Instagram sendiri juga sering kali digunakan seseorang untuk membentuk Personal Branding . Orang berlomba-lomba untuk menunjukkan dirinya dan ingin berusaha untuk menyampaikan  inilah aku dengan segala kemampuanku, pengetahuanku, gayaku, hingga ideologiku. Tentu hal tersebut adalah hal yang sangat baik. Namun ada sesuatu yang menarik di balik semua itu, bahw...